Sunday, March 27, 2016

Berawal dari Tatap Mata

       Semua dimulai ketika aku bergabung pada, katakanlah, event organizer yang acaranya berlangsung satu bulan lagi. Entah kenapa temanku tiba-tiba mengajakku untuk bergabung, padahal sebelum-sebelumnya tidak. Aku tiba 10 menit sebelum meeting dimulai, kemudian memarkirkan motor spacy biru dihalaman yang cukup luas. Layaknya etika anak baru, aku masuk ke ruang meeting dengan sopan, berkenalan dengan tim sambil selalu tersenyum. Entah kenapa, agar tidak menimbulkan kesan buruk saja. Disana kami duduk melingkar sehingga aku dapat melihat dan mencoba mengingat seluruh anggota tim. Tampak hanya sekitar 7 anggota baru, dan sisanya para senior yang penampilannya lebih casual dengan menggunakan kaos dibandingkan para anggota baru yang semua berkemeja rapi.
       
       Tak lama kemudian, meeting dimulai. Seperti biasa, kami berkenalan terlebih dahulu. Karena saling kenal akan mempermudah komunikasi baik sebelum maupun ketika eksekusi hari H. Kemudian penjelasan demi penjelasan terus dipaparkan oleh senior-senior di tempat tersebut. Mereka menjelaskan dengan semangat dan memberi senyuman hangat. Namun entah kenapa otakku membagi fokus dengan materi kimia yang akan diujikan tepat esok hari. Ya! Aku sudah berjanji kepada orangtua untuk tetap menstabilkan nilaiku walaupun aku memiliki kesibukan lain diluar kampus. Tapi tentu saja aku tetap mendengarkan pemaparan dan mengingat poin penting yang mereka ucapkan.

       ...hingga akhirnya giliran dia menjelaskan konsep acara...

       Laki-laki yang duduk tepat didepanku, kini mulai menjelaskan konsep acara. Tidak seperti senior-senior yang sebelumnya, dia berbeda. Jarang sekali, dan mungkin dia tidak sempat menorehkan senyum diwajahnya. Tatapannya sungguh tajam, dan parahnya, dia menatap tepat pada kedua bola mataku. Akupun membalas tatapannya dengan gugup. Satu detik, dua detik, bahkan bermenit-menit dia memaparkan konsep acara dengan tetap menatap padaku. Entah aku anggota baru yang telah melakukan kesalahan apa, aku tidak tahu. Hampir bisa terhitung, dia memalingkan tatapannya sesekali ke sayap bagian kiri dan kanan ruang meeting tersebut. Namun pada akhirnya tatapannya kembali kepada mataku. Jujur aku hampir kehabisan nafas saking gugupnya karena tatapannya yang tajam. Sekitar 7 menit dia mengoceh, dan 7 menit itu pula aku berusaha terus membalas tatapannya. Sepertinya dalam ruangan tersebut tidak ada yang menyadari apa yang dilakukannya, sebab berbicara sambil menatap lurus ke depan mungkin sudah tampak wajar. Tapi, apakan orang yang terus ditatapnya, menganggap hal itu wajar? Tentu tidak!

     "Kamu, sanggup bertanggung jawab dengan acara kedua bagian awal?", tanya dia dengan wajah tetap menatapku. 
     Akupun menoleh ke kiri dan kananku. Apakah dia sedang berbicara padaku atau mungkin pada yang lain.
      "Hei, aku bertanya padamu! Fokus!"
      Tiba-tiba seorang teman di sebelah kiriku menyenggol lenganku dan berbisik lirih, "Hei, vi. Cepat kasih respon".
      "Sssaa  ssaya, Kak?", tanyaku sambil menunjukkan jari telunjuk kananku kepada wajahku sendiri. Ssanggup kkak", jawabku gugup dengan ekspresi bodoh.
      "Okay, nanti kujelaskan jobdismu lebih lanjut. Sekarang, kita lanjutkan. . ."
       
       Huuufff.
      Jantung ini rasanya dapat berdetak kembali. Kali ini dia sudah tidak menatapku lagi, sebab dia mulai membagi job kepada anggota yang lain. Syukurlah..

       Sepulang dari meeting tersebut, aku masih bertanya-tanya. Siapa kakak itu sebenarnya? Sepertinya tidak terlalu asing. Apa aku pernah melakukan kesalahan padanya? Atau mungkin, memang kebiasaannya untuk menatap lurus kedepan saat berbicara dalam tim? Entahlah, akupun tidak tahu.

Thursday, August 6, 2015

My Xperience : The story behind making an AIESEC Recruitment 's Poster

So, here we go !
This is the poster of 2nd open recruitment member of AIESEC in Surabaya (Indonesia) 1415 or usually we call it by AIESEC Fair. While making this poster, my memories come. I remember the first time why I join this organization. Actually I am a silent girl (hehehe), so I want to learn how to communicate with others in a good way, learn how to adapt with the people with different background and sharing about experience or information.

After I took the form, I realize that the submission deadline is the next day. Unfortunately, I have a lot of homework also. I try so hard to divide my time and finally I could finish both.

Then after some days, the light comes. At that time, I was doing my laboratory report in my friend's room while my phone ringing. That chat is from my friend who give me the link of announcement. And, I PASSED!! Yeahh!!

..but I worried about interview and FGD (Forum Group Discussion)..
My english is not really good. And the worst thing is the day of interview and FGD is same with the day of seminar that held by my friends and me. The challenge come!! The time for seminar is start from 8am until 1pm and my interview & FGD is start at 9am until 10am. AND the distance between those venue is not near!!


When there is a will, there is a way
Thats true!! I try to finish my job as a committee faster so I got the permission to leave the seminar in 1.5 hours. Besides, my friend give me the ride to go to the AIESEC Surabaya's office.


About my english??
I though about how my english can be understood by them, not think about my grammar. I tried  to speak clearly and fluently and make sure that they didn't misunderstand nor miscommunication with what I have said. hehehe.

Dum durumm durum~~
And finally, I have the opportunity to be an AIESEC member!!!
Yeay!!

Cara merubah pointer mouse ( cursor ) pada blog

Haloo blogger!!
Ini nih salah satu cara untuk membuat blog kamu tampak lebih kece!
Untuk mengganti pointer mouse atau kursor di blog, caranya cukup mudah.


1. Browsing dulu atau siapin pointer yang mau kamu pake.


Kalau kamu belum punya pointer mousenya, kamu bisa cari di www.cursors-4u.com
Pilihlah kategori yang kamu inginkan :)

Misalkan aku pilih  dari kategori  Anime yang Most Viewed. Kemudian di sebelah kanan, aku memilih cursor hello kitty berikut.



2. Copy universal CSS/HTML code.

Setelah kamu klik model cursor yang kamu inginkan, scroll ke bawah dan kamu akan menemukan kode HTMLnya. Kamu tinggal ngblock tulisan yang ada di dalam kotak tersebut, kemudian mengcopynya ( Ctrl+c ).



4. Tambahkan Gadget

Kemudian masuk ke akun blogger kamu. Setelah log in, masuk ke menu tata letak dan pilihlah tambahkan gadget.

4. HTML/JavaScript

Klik tanda plus pada HTML/JavaScript.


5. Paste dan Simpan

Last step, tinggal paste dikotak konten dan klik simpan.

Nahh mudah kan? :)
Selamat mencoba!!

Saturday, May 16, 2015

Efek Nugas Seharian


Ngga cuma Nyi Pelet yang bisa bales dendam, tubuh juga bisa.

Mungkin ini pembalasan dari tubuh yang secara tegas aku paksain buat duduk di depan laptop seharian. Iya, SE-HA-RI-AN! Dari pagi sampai ketemu pagi lagi, ngga tidur sama sekali!

*Ngapain aja lu, Vi? Stalking dia?*

Yaelah, stalking orang setidaknya ngga sampe menyita waktu tidur gitu. Ngga kok, tapi gara-gara efek tugas yang sebenernya sudah di kasih sama dosen berjuta minggu yang lalu. Tapi, namanya juga Vio, seorang insan dan mahasiswa biasa. Seberapa jauhpun range tanggal pemberian tugas sama tanggal deadline, tetep aja ngerjainnya H-1. Hehehehe. *Jangan dicontoh yaa*

So, rundown hari itu kurang lebih kaya gini :
06.00-06.30 : ngrefreshin pikiran
06.30-12.30 : nugas, ditemenin laptop dan 3 buku bantal tua berfont times new rowman
12.30-12.35 : mata lelah, laper, dan berfikir; siang bolong gini mana ada warung makanan buka?
12.35-13.00 : akhirnya bikin mie instant pake telur. masaknya 20 menit, makannya cuma 5 menit -.-
13.00-16.00 : nugas lagi, huff.
16.00-17.00 : digangguin buat ngerjain ini itu sama dia -,- terus sekalian ngrefreshin badan deh
17.00-18.00 : nugas again and again 
18.00-19.00 : ngasih nafkah buat perut
19.00-05.35 :long long nugas everytime everywhere lalala *stress, berasa otak mau meledak*

Untungnya berhasil selesai tepat waktu.
Terus ngGadget bentar dan meremin mata.
Cuma tidur beberapa menit, ditelponin temen dan harus ke kampus buat ngumpulin hardfilenya.
Balik ke kost terus ngebabu, setrika dan ngerapihin barang-barang.
Balik ke rumah, main sama meong.
Tidur beberapa menit, terus dibangunin buat nemenin ibuk ke nikahan guru SMP dulu.
Terus kembali nugas, nyicil tugas yang deadlinenya 3 hari lagi *rajin, men!*

Akhirnya keesokan harinya aku tidur 12 jam buat ngembaliin mata yang panas,badan yang pegel dan otak yang nyaris meledak biar bisa balik ke kondisi normal. Huff.

Saturday, November 22, 2014

Kepada Hujan

Kepada hujan,
Yang datang tuk mengingatkan pada semua hal.
Bahwa yang hidup akan berakhir dengan ketiadaan.
Bahwa disini kita menanti tanpa sebuah kepastian.
Bahwa waktu yang terus berputar, perlahan akan memudar dan melayang.

Dan rintik air yang terus mengalir
Perlahan memunculkan kenangan tentang nyawa dan arti

Dan waktu berjalan, beralun dalam nada.
Menanti kisah baru dalam naungan bulan desember.
Saat kau datang dan perlahan menghilang.
Saat harapan yang diperjuangkan mati-matian entah kemana kini arahnya.

Dan hujan,
Datanglah, terus datanglah,
Hingga perlahan aku tenggelam dalam diam.
Tenggelam dalam masa dan waktu yang telah lalu.
Tenggelam, terus tenggelam, begitu dalam.

Namun kan muncul kembali.
Entah sebagai apa.

Kepergian

Perasaan itu datang lagi.
Keadaaan yang pernah aku alami, yang membuatku berfikir dan berharap agar aku tidak bertahan lama pada dunia yang semakin memuakkan ini, perlahan mulai datang. Angka 17 yang biasanya penuh kebahagiaan, perlahan mulai mencekam. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, aku biarkan saja semuanya berjalan, berputar. Aku hanya ingin mengikuti skenario kehidupan yang mainstream ini.

Perlahan namun pasti, angka itu mulai berganti. Biarkan saja, aku tetap tidak peduli. Aku hanya merasa seperti benda mati yang dipaksa untuk menjalani kehidupan yang tiada akhir. Aku tetap terdiam dalam sepi. Memasang muka seperti tidak ada masalah kecil yang megganjal hati.

 Jika memang semua harus berlalu, biarkan saja berlalu. Jika memang semua memaksaku untuk berada disitu, aku akan berada disitu walau aku tidak pernah sekalipun berfikir tuk mengharap sesuatu. Apalah arti kata aku jika aku tak mau mengikuti jalan kebusukan hidup ini. Semua munafik, semua kejam. Namun sayang, semua sudah tertanam.

Biarkan saja aku berlalu, tanpa pernah kalian amati dan perhatikan. Karena di ujung jalan nanti, mungkin kalian akan berbahagia, tertawa terbahak tanpa makna. 
Dan tanpa kalian sadari, mungkin aku telah pergi dan menghilang, mengikuti jejak bintang yang sebelumnya hanya bisa menjadi saksi atas semua yang aku alami. 

Good Bye, M

Good bye, M.
Thanks for coming up into my life.
I think 2 weeks is enough.
Thanks for filling my heart.
Thanks for the jokes, for late conversation, for keep waking me up till the morning comes.
Thanks for giving me spirit when I about desperate with every suck tasks.

The thing that makes me sad is when I realize that we can't be together.
Sorry about my promise.
I should leave.
Sorry.