Thursday, August 6, 2015

My Xperience : The story behind making an AIESEC Recruitment 's Poster

So, here we go !
This is the poster of 2nd open recruitment member of AIESEC in Surabaya (Indonesia) 1415 or usually we call it by AIESEC Fair. While making this poster, my memories come. I remember the first time why I join this organization. Actually I am a silent girl (hehehe), so I want to learn how to communicate with others in a good way, learn how to adapt with the people with different background and sharing about experience or information.

After I took the form, I realize that the submission deadline is the next day. Unfortunately, I have a lot of homework also. I try so hard to divide my time and finally I could finish both.

Then after some days, the light comes. At that time, I was doing my laboratory report in my friend's room while my phone ringing. That chat is from my friend who give me the link of announcement. And, I PASSED!! Yeahh!!

..but I worried about interview and FGD (Forum Group Discussion)..
My english is not really good. And the worst thing is the day of interview and FGD is same with the day of seminar that held by my friends and me. The challenge come!! The time for seminar is start from 8am until 1pm and my interview & FGD is start at 9am until 10am. AND the distance between those venue is not near!!


When there is a will, there is a way
Thats true!! I try to finish my job as a committee faster so I got the permission to leave the seminar in 1.5 hours. Besides, my friend give me the ride to go to the AIESEC Surabaya's office.


About my english??
I though about how my english can be understood by them, not think about my grammar. I tried  to speak clearly and fluently and make sure that they didn't misunderstand nor miscommunication with what I have said. hehehe.

Dum durumm durum~~
And finally, I have the opportunity to be an AIESEC member!!!
Yeay!!

Cara merubah pointer mouse ( cursor ) pada blog

Haloo blogger!!
Ini nih salah satu cara untuk membuat blog kamu tampak lebih kece!
Untuk mengganti pointer mouse atau kursor di blog, caranya cukup mudah.


1. Browsing dulu atau siapin pointer yang mau kamu pake.


Kalau kamu belum punya pointer mousenya, kamu bisa cari di www.cursors-4u.com
Pilihlah kategori yang kamu inginkan :)

Misalkan aku pilih  dari kategori  Anime yang Most Viewed. Kemudian di sebelah kanan, aku memilih cursor hello kitty berikut.



2. Copy universal CSS/HTML code.

Setelah kamu klik model cursor yang kamu inginkan, scroll ke bawah dan kamu akan menemukan kode HTMLnya. Kamu tinggal ngblock tulisan yang ada di dalam kotak tersebut, kemudian mengcopynya ( Ctrl+c ).



4. Tambahkan Gadget

Kemudian masuk ke akun blogger kamu. Setelah log in, masuk ke menu tata letak dan pilihlah tambahkan gadget.

4. HTML/JavaScript

Klik tanda plus pada HTML/JavaScript.


5. Paste dan Simpan

Last step, tinggal paste dikotak konten dan klik simpan.

Nahh mudah kan? :)
Selamat mencoba!!

Saturday, May 16, 2015

Efek Nugas Seharian


Ngga cuma Nyi Pelet yang bisa bales dendam, tubuh juga bisa.

Mungkin ini pembalasan dari tubuh yang secara tegas aku paksain buat duduk di depan laptop seharian. Iya, SE-HA-RI-AN! Dari pagi sampai ketemu pagi lagi, ngga tidur sama sekali!

*Ngapain aja lu, Vi? Stalking dia?*

Yaelah, stalking orang setidaknya ngga sampe menyita waktu tidur gitu. Ngga kok, tapi gara-gara efek tugas yang sebenernya sudah di kasih sama dosen berjuta minggu yang lalu. Tapi, namanya juga Vio, seorang insan dan mahasiswa biasa. Seberapa jauhpun range tanggal pemberian tugas sama tanggal deadline, tetep aja ngerjainnya H-1. Hehehehe. *Jangan dicontoh yaa*

So, rundown hari itu kurang lebih kaya gini :
06.00-06.30 : ngrefreshin pikiran
06.30-12.30 : nugas, ditemenin laptop dan 3 buku bantal tua berfont times new rowman
12.30-12.35 : mata lelah, laper, dan berfikir; siang bolong gini mana ada warung makanan buka?
12.35-13.00 : akhirnya bikin mie instant pake telur. masaknya 20 menit, makannya cuma 5 menit -.-
13.00-16.00 : nugas lagi, huff.
16.00-17.00 : digangguin buat ngerjain ini itu sama dia -,- terus sekalian ngrefreshin badan deh
17.00-18.00 : nugas again and again 
18.00-19.00 : ngasih nafkah buat perut
19.00-05.35 :long long nugas everytime everywhere lalala *stress, berasa otak mau meledak*

Untungnya berhasil selesai tepat waktu.
Terus ngGadget bentar dan meremin mata.
Cuma tidur beberapa menit, ditelponin temen dan harus ke kampus buat ngumpulin hardfilenya.
Balik ke kost terus ngebabu, setrika dan ngerapihin barang-barang.
Balik ke rumah, main sama meong.
Tidur beberapa menit, terus dibangunin buat nemenin ibuk ke nikahan guru SMP dulu.
Terus kembali nugas, nyicil tugas yang deadlinenya 3 hari lagi *rajin, men!*

Akhirnya keesokan harinya aku tidur 12 jam buat ngembaliin mata yang panas,badan yang pegel dan otak yang nyaris meledak biar bisa balik ke kondisi normal. Huff.

Saturday, November 22, 2014

Kepada Hujan

Kepada hujan,
Yang datang tuk mengingatkan pada semua hal.
Bahwa yang hidup akan berakhir dengan ketiadaan.
Bahwa disini kita menanti tanpa sebuah kepastian.
Bahwa waktu yang terus berputar, perlahan akan memudar dan melayang.

Dan rintik air yang terus mengalir
Perlahan memunculkan kenangan tentang nyawa dan arti

Dan waktu berjalan, beralun dalam nada.
Menanti kisah baru dalam naungan bulan desember.
Saat kau datang dan perlahan menghilang.
Saat harapan yang diperjuangkan mati-matian entah kemana kini arahnya.

Dan hujan,
Datanglah, terus datanglah,
Hingga perlahan aku tenggelam dalam diam.
Tenggelam dalam masa dan waktu yang telah lalu.
Tenggelam, terus tenggelam, begitu dalam.

Namun kan muncul kembali.
Entah sebagai apa.

Kepergian

Perasaan itu datang lagi.
Keadaaan yang pernah aku alami, yang membuatku berfikir dan berharap agar aku tidak bertahan lama pada dunia yang semakin memuakkan ini, perlahan mulai datang. Angka 17 yang biasanya penuh kebahagiaan, perlahan mulai mencekam. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, aku biarkan saja semuanya berjalan, berputar. Aku hanya ingin mengikuti skenario kehidupan yang mainstream ini.

Perlahan namun pasti, angka itu mulai berganti. Biarkan saja, aku tetap tidak peduli. Aku hanya merasa seperti benda mati yang dipaksa untuk menjalani kehidupan yang tiada akhir. Aku tetap terdiam dalam sepi. Memasang muka seperti tidak ada masalah kecil yang megganjal hati.

 Jika memang semua harus berlalu, biarkan saja berlalu. Jika memang semua memaksaku untuk berada disitu, aku akan berada disitu walau aku tidak pernah sekalipun berfikir tuk mengharap sesuatu. Apalah arti kata aku jika aku tak mau mengikuti jalan kebusukan hidup ini. Semua munafik, semua kejam. Namun sayang, semua sudah tertanam.

Biarkan saja aku berlalu, tanpa pernah kalian amati dan perhatikan. Karena di ujung jalan nanti, mungkin kalian akan berbahagia, tertawa terbahak tanpa makna. 
Dan tanpa kalian sadari, mungkin aku telah pergi dan menghilang, mengikuti jejak bintang yang sebelumnya hanya bisa menjadi saksi atas semua yang aku alami. 

Good Bye, M

Good bye, M.
Thanks for coming up into my life.
I think 2 weeks is enough.
Thanks for filling my heart.
Thanks for the jokes, for late conversation, for keep waking me up till the morning comes.
Thanks for giving me spirit when I about desperate with every suck tasks.

The thing that makes me sad is when I realize that we can't be together.
Sorry about my promise.
I should leave.
Sorry.

Sunday, July 6, 2014

Tugas Esai Bahasa Indonesia

TUGAS BAHASA INDONESIA


PERANCANGAN APLIKASI  KESEHATAN MATA
UNTUK DIAGNOSIS  MIOPIA, HIPERMETROPIA, ASTIGMATISME  DAN COLOR BLIND

 








Oleh:
Violentaria Gita Salina
081311733052



DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2014





PERANCANGAN APLIKASI KESEHATAN MATA
UNTUK DIAGNOSIS MIOPI, HIPERMETROPI DAN COLOR BLIND

Mata adalah indria (inderauntuk melihat; indria (inderapenglihat (bahasa.cs.ui.ac.id, 2008). Mata merupakan panca indera manusia yang sangat esensial. Mata bekerja secara otomatis dengan proses yang cepat  untuk merefleksikan serta memberi persepsi visual apa yang ada lingkungan kita dengan menangkap tingkat intensitas cahaya yang kemudian diubah menjadi sinyal listrik dan dikirim ke otak.  Banyak hal secara normal dan wajar dapat dilakukan apabila mata kita dalam kondisi sehat. Karena itu, menjaga kesehatan mata wajib dilakukan agar aktivitas hidup tidak terganggu.
Untuk menunjang kesehatan, banyak orang melakukan berbagai macam pencegahan dengan pola hidup sehat. Namun tak banyak pula yang tetap memegang mindset[1] untuk “menikmati hidup” tanpa memikirkan efek jangka panjang yang akan mereka dapat dari pola hidup yang mereka jalani. Salah satu contohnya, banyak orang lebih nyaman menonton tv ataupun membaca dengan jarak dekat walaupun mereka telah mengetahui dampat negatif aktivitas tersebut terhadap kesehatan mata. Seiring dengan berjalannya waktu, tanpa mereka sadari tingkat kesehatan mata mereka menurun.
Di Indonesia terutama anak-anak remaja yang golongan ekonomi keluarganya menengah keatas mempunyai angka kejadian miopia yang semakin meningkat. Banyak faktor-faktor yang menyebabkan miopia, salah satu faktor yang berpengaruh dalam perkembangan miopia adalah  nearwork[2]. Adanya kemajuan teknologi dan telekomunikasi, seperti televisi, komputer, video game, dan lain-lain, secara langsung maupun tidak langsung akan meningkatkan aktivitas melihat dekat (Dewi dalam Sahat, 2006).
A refractive error is an eyesight problem. Refractive errors are a common reason for reduced level of eyesight (visual acuity) (Kenny, 2013).
Kelainan refraksi merupakan masalah penglihatan. Kelainan refraksi merupakan alasan umum terjadinya penurunan penglihatan (Kenny, 2013). Kelainan refraksi diantaranya yaitu myopia, hipermetropia dan astigmatisme.
Arianti (2013) menyatakan penyakit mata seperti miopia merupakan kelainan refraksi yang insidensinya di beberapa rumah sakit Indonesia berkisar antara 50% sampai 80,3%. Miopia adalah  jenis kelainan mata yang menyebabkan penderitanya tidak dapat melihat benda dari jarak jauh dengan baik. Selain miopia, adapula Hipermetropia (hyperopia) atau ‘Far – sightedness’ adalah suatu kelainan refraksi daripada mata dimana sinar – sinar yang berjalan sejajar dengan sumbu mata tanpa akomodasi dibiaskan dibelakang retina, oleh karena itu bayangan yang dihasilkan kabur (psychologymania.com, 2014).  Serta astigmatisma adalah cacat mata yang disebabkan karena kornea mata tidak berbentuk sferis (irisan bola), melainkan melengkung pada satu bidang dari bidang yang lain (berbentuk silinder) (fourseasonnews.com,2013). Ketiga penyakit tersebut merupakan penyakit mata yang umum dikenal masyarakat Indonesia.
Cara untuk mengetahui adanya penurunan pada kesehatan mata adalah dengan melakukan periksa mata. Namun kebanyakan orang akan memeriksakan matanya hanya apabila terdapat keluhan yang berarti. Padahal apabila kita memeriksakan mata secara teratur, kondisi-kondisi yang dapat berpotensi menjadi penyakit dapat diketahui lebih cepat dan pengobatan dapat dilakukan lebih dini. Oleh karena itu sangat penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin, walaupun tidak mempunyai keluhan pada mata. Berdasarkan smec-grup.com (2014), berikut merupakan anjuran dari American Academy of Ophthalmology mengenai frekuensi pemeriksaan mata :
·         Di bawah 3 tahun        : setiap menemui dokter anak
·         Usia 3 – 19 tahun        : setiap 1 sampai 2 tahun sekali
·         Usia 20 – 29 tahun       : minimal 1 kali selama periode tersebut
·         Usia 30 – 39 tahun      : minimal 2 kali selama periode tersebut
·         Usia 40 – 64 tahun       : setiap 2 sampai 4 tahun sekali
·         Di atas 65 tahun          : setiap 1 sampai 2 tahun sekali
Namun karena alasan sibuk, banyak orang enggan menghabiskan waktu mereka pergi menuju rumah sakit untuk melakukan periksa mata. Selain karena alasan kesibukan, biaya juga sering dijadikan sebagai kendala untuk memeriksakan diri. Pada golongan menengah kebawah, mereka lebih menganggap remeh gejala yang tubuh mereka rasakan hingga akhirnya mereka terkejut ketika penyakit mereka sudah mencapai tahap parah. Padahal biaya pengobatan jauh lebih besar bila dibandingkan dengan biaya pemeriksaan dokter. Menurut Djack (2011), orang lebih memilih untuk memeriksakan mata mereka di Optik yang belum terjamin kualitas hasil pemeriksaan dibandingkan dengan memeriksakan mata pada dokter spesialis mata karena kendala biaya. Padahal beberapa optic memalsukan data hasil pemeriksaan pasien untuk tujuan komersial, seperti walaupun mata dalam kondisi normal akan dikatakan minus agar kacamata di toko optik tersebut dapat terjual.
Berdasarkan alasan tersebut, penulis memperkenalkan “Perancangan Aplikasi Kesehatan Mata untuk Diagnosis Miopia, Hipermetropia, Astigmatisme dan Color Blind”. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan masyarakat tidak ragu untuk melakukan cek kesehatan mata mereka sehingga angka penderita gangguan pada mata dapat berkurang.
Penulis memilih myopia, hipermetropia dan astigmatisme mengingat tiga kelainan refraksi yang paling sering dijumpai yaitu miopia, hipermetropia, dan astigmatisme (Dewi dalam WHO, 2011). Selain itu penulis juga menambahkan Color Blind atau buta warna karena pendeteksian Color Blind sejak dini akan berpengaruh besar terhadap karir seseorang di masa depan, mengingat Color Blind belum ada obatnya.
Pada tahap perancangan, alat yang dibutuhkan yaitu PC (Personal Computer), data huruf dengan variasi ukuran font yang telah disesuaikan dan garis maupun gambar dengan variasi bentuk dan warna. Kemudian dilakukan tahap kalibrasi, yaitu proses untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat pengukuran agar sesuai dengan besaran dari standar yang digunakan dalam akurasi tertentu. Kalibrasi dimaksudkan sebagai tindakan untuk menyesuaikan intensitas cahaya menggunakan lux meter serta menyesuaikan ukuran objek menggunakan ukuran perbandingan jarak pc terhadap pasien dengan jarak snellen chart[3]  terhadap pasien yang didapat melalui analisis perhitungan. Setelah kedua tahap dilaksanakan dengan baik, maka tahap pengujian dapat dilaksanakan.
Pada halaman awal dari aplikasi ini, pasien akan diminta untuk mengisi data diri mereka, antara lain : nama, tanggal lahir, alamat dan nomor yang dapat dihubungi. Pencatatan data pasien ini bertujuan sebagai rekap data apabila sewaktu-waktu pasien memiliki keperluan tertentu serta digunakan sebagai acuan perkembangan kesehatan mata pasien.
Halaman selanjutnya berisi hal-hal yang harus diperhatikan sebelum uji mata dilakukan, seperti penggunaan tingkat brightness (kecerahan) pada layar, memasukkan ukuran layar PC atau gadget pada kotak yang tersedia pada halaman ini untuk menyesuaikan ukuran font  serta jarak dari layar ke mata yang disarankan. Aturan digunakan agar didapat hasil akhir tes kesehatan mata yang akurat.
Pada halaman ketiga terdapat menu pilihan tes kesehatan mata, yaitu menu Miopia, Hipermetropia, Astigmatisme dan Color Blind. Pada setiap menunya, terdapat pertanyaan berupa pilihan ganda yang hasilnya mengarah pada tingkat kesehatan mata pasien.
Setelah melakukan tes pada halaman ketiga, hasil akhir tes akan muncul di halaman keempat disertai dengan penjelasan singkat tentang penyakit yang diderita dan cara penanganan yang disarankan seperti jenis lensa mata yang dianjurkan, pola hidup yang perlu dijaga, nutrisi makanan yang harus diperhatikan dan sebagainya.
Setelah aplikasi ini mendapat persetujuan dan dapat dijalankan oleh masyarakat dengan baik, diharapkan masyarakat tidak lagi khawatir untuk melakukan tes kesehatan mata. Apabila tes kesehatan mata dijalankan secara berkala, potensi adanya penyakit mata dapat diketahui sejak dini sehingga penanganan dapat segera diberikan. Jadi persentase masyarakat yang menderita penyakit mata akan menurun.


DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2013. Astigmatisma. (online) (http://www.fourseasonnews.com/2013/02/astigmatisma.html diakses pada 06 Juli 2014 pukul 13.07 WIB)
Anonim. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (online) (http://bahasa.cs.ui.ac.id/kbbi/kbbi.php? diakses pada 06 Juli 2014 pukul 12.35 WIB)
Anonim. 2014. Kelainan Refraksi. (online) (http://www.psychologymania.com/2012/10/kelainan-refraksi.html diakses pada 06 Juli 2014 pukul 13.09 WIB)
Arianti, Melita Perty. 2013. Hubungan Antara Riwayat Miopia di Keluarga dan Lama Aktivitas Jarak Dekat dengan Miopia. Fakultas Kedokteran. Universitas Tanjungpura.
Dewi, 2011. Pengetahuan Siswa Berkacamata tentang Kelainan Refraksi. Universitas Sumatera Utara.
Djack, Riawan. 2011. Periksa Mata ke Optik, Lebih Baik Jangan. (online) (http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2011/06/28/periksa-mata-ke-optik-lebih-baik-jangan-374902.html diakses pada 06 Juli 2014 pukul 12.18 WIB)
Kastam. 2010. Contoh Basic Alat Mata pada Klinik Mata. (online) (http://optikonline.info/2010/07/20/contoh-basic-alat-mata-pada-klinik-mata.html diakses pada 06 Juli 2014 pukul 12.15 WIB)
Kenny, Tim. 2013. Short Sight- Myopia. (online) (http://www.patient.co.uk/health/short-sight-myopia/ diakses pada 06 Juli 2014 pukul 13.00 WIB)

Saw, Seang-Mei. 2002. Near-Work Activity, Night-lights, and Myopia in the Singapore-China Study. Epidemiology and Biostatistic. Jama Ophthamology. Vol 120, No. 5.




[1] Mindset : pola pikir seseorang yang mendasari perilaku atau tindakannya sehari-hari.
[2] Nearwork : aktivitas jarak dekat.
[3] Snellen chart : alat sebagai parameter tentang tajam penglihatan pasien